Dalam dunia properti, dikenal salah satunya adalah tanah kavling. Jika ternyata bangunan yang Anda inginkan berada di lahan sejenis ini, tidak ada salahnya mengetahui informasi seputar tips membeli tanah kavling. Karena promosi jual beli tanah kavling, jual beli bangunan di tanah kavling, investasi tanah kavling sering kali kita dengar dimana-mana.

Tanah kavling menurut arti bahasanya adalah tanah yang telah dipetak-petakkan. Tujuannya adalah penggunaan terpisah sesuai kegunaan yang berbeda-beda. Karena sangat mungkin bagi suatu lahan yang luas, penggunaannya tidak hanya untuk satu fungsi tertentu melainkan beberapa fungsi yang berbeda-beda.

Jika Anda ingin membeli rumah subsidi yang didirikan di atas tanah kavling, Anda tidak perlu curiga atau khawatir. Jika Anda bisa memastikan segala informasi yang terkait serta memeriksa legalitasnya, bangunan Anda akan aman. Namun bagaimana tips membeli tanah kavling jika Anda berminat untuk berinvestasi?

Jenis Tanah Kavling

Ilustrasi Tanah Kavling, sumber : RumahSyari123.Com
Ilustrasi Tanah Kavling, sumber : RumahSyari123.Com

Sebagaimana yang sudah dijelaskan tadi, tanah kavling merupakan lahan yang sudah dipetak-petakkan agar dapat dimanfaatkan terpisah dengan kegunaan yang berbeda. Jika seseorang memiliki lahan tanah yang luas, bisa saja menawarkan sebagaiannya sebagai tanah kavling kepada investor kemudian menggunakan sendiri bagian lainnya.

Dalam dunia properti, dikenal tiga istilah untuk menyebut jenis tanah kavling. Ketiga jenis ini dibedakan menurut posisinya masing-masing. Sebelum mengetahui tips membeli tanah kavling, berikut informasi seputar jenis tanah kavling.

1. Cul De Sac Lot

Cul de sac adalah sebutan yang berasal dari bahasa Prancis yang secara bahasa dapat diartikan sebagai tanah kosong yang berada di jalan buntu. Cul de sac lot digunakan untuk menyebut tanah kavling yang di satu sisi buntu, sedangkan bentuknya tampak sempit di satu sisi dan melebar di sisi lainnya. Sehingga, jika di sisi depan sebagai pintu masuk cenderung sempit, kemudia melebar hingga ke sisi belakang yang buntu.

Karakteristik lahan seperti ini biasanya yang dijadikan sebagai pemukiman. Menurut sebagian pendapat, tanah kavling jenis ini jauh dari keramaian serta kebisingan dengan bentuknya. Karena tidak digunakan sebagai tempat keramaian atau lalu lintas. Kelemahan kavling jenis ini adalah pintu masuk yang cenderung sempit sehingga aksesnya terbatas.

2. Interior Lot

Kavling jenis interior lot ini yang biasanya disebut sebagai cluster atau tanah klaster. Kavling jenis ini biasanya hanya memiliki satu jalan masuk sebagai akses dan berada sederetan dengan blok kavling lainnya. Bedanya dengan cul de sac adalah bentuknya yang tidak menyempit di satu sisi dan lebar di sisi lainnya.

Privasi yang diperoleh dengan tinggal di tipe tanah kavling ini juga cukup baik dan perawatan bangunan juga tidak begitu banyak. Hal yang harus diperhatikan dari tanah kavling ini adalah masalah pemandangan dari bangunan yang biasanya hanya satu arah saja dan juga sirkulasi udara yang biasanya kurang begitu bagus.

3. T-Intersection Lot

Tanah kavling T-Intersection ini sebagaimana namanya, berada di intersection yang dalam bahasa Indonesia berarti persimpangan. Artinya, posisinya berada di lalu lintas atau dekat dengan jalan. Simpang yang dimaksud berbentuk T atau dikenal dengan simpang 3.

Kavling jenis ini tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Karena persimpangan merupakan lalu lintas. Otomatis berpotensi kesibukan serta keramaian. Jika Anda sanggup menjadikannya tempat tinggal meskipun ramai dan sibuk, bisa saja. Tergantung siapa pemiliknya. Namun idealnya lebih kepada bangunan untuk tujuan usaha karena pasti sering terlihat.

Tips Membeli Tanah Kavling

Bisa saja suatu saat dalam hidup Anda, terdapat tawaran untuk berinvestasi pada tanah kavling. Setelah mengetahui berbagai jenisnya dengan segala potensi keuntungan dan kerugiannya, Anda perlu mengetahui tips membeli tanah kavling agar lebih memahami pengalaman yang ada.

Investasi Tanah, sumber : Bimara Solusindo
Investasi Tanah, sumber : Bimara Solusindo

1. Periksa Legalitas

Yang paling utama dan penting tentu saja adalah memeriksa legalitas tanahnya. Legalitas tanah ini biasanya bisa diketahui dari dokumen sertifikat tanahnya. Sertifikat tanah bisa berbentuk HGB (Hak Guna Bangunan) atau SHM (Sertifikat Hak Milik). Untuk merubah HGB menjadi SHM dibutuhkan biaya administrasi tambahan.

2. Periksa Batas Tanah

Setelah memeriksa legalitas tanah yang dapat dilihat pada sertifikat tanahnya, Anda akan mengetahui keterangan-keterangan seputar lahan tanah tersebut salah satunya adalah batas tanah. Batas tanah yang ada di sertifikat perlu dicocoknya dengan batas aslinya karena biasanya ada potensi pergeseran atau perbedaan antara angka dan letak batas aslinya.

3. Periksa Asal Usul

Tips membeli tanah kavling selanjutnya adalah memeriksakan asal usul tanah kavling. Bisa saja sebuah lahan merupakan bekas perkebunan, pertanian, bekas bangunan lainnya yang sudah diratakan. Namun bukan tidak mungkin lahan kavling merupakan bekas tanah kuburan atau yang sejenisnya yang tidak layak digunakan sebagai tempat tinggal.

Selain itu, untuk tanah kavling yang ternyata merupakan bekas bangunan pabrik misalnya, periksalah potensi limbah atau bekas pekerjaan pada pabrik yang sebelumnya berdiri. Bisa saja terdapat saluran zat berbahaya. Jadi, periksalah asal usul tanah kavling yang menjadi minat Anda.

4. Ketahui Potensinya

Lebih jauh lagi setelah memeriksa asal usul tanah kavling, ketahui juga potensi lahan kavling yang ada. Bisa saja saat Anda akan membelinya masih belum memiliki potensi besar, namun dikemudian hari karena pembangunan yang merambah ke wilayah tanah kavling tersebut potensinya akan semakin besar.

Selain itu, untuk mengetahui potensinya juga perlu diperiksa akses dari dan menuju ke tanah kavling. Ada bentuk akses yang hanya cocok untuk tempat tinggal, namun ada bentuk akses yang cocok untuk dijadikan lahan usaha atau bangunan usaha.

5. Sesuaikan Dengan Budget Anda

Tips membeli tanah kavling yang terakhir tentu saja adalah penyesuaian dengan modal yang Anda miliki. Jika potensinya kecil, bisa saja Anda mengurungkan niat untuk berinvestasi. Namun jika potensinya besar, Anda juga mungkin untuk mencari modal tambahan untuk mendapatkan tanah kavling yang ditawarkan kepada Anda.

Itu dia beberapa informasi seputar tanah kavling yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bisa menjadi wawasan menarik untuk Anda dan bisa memberikan manfaat. Simak berbagai ulasan lainnya seputar rumah subsidi dan properti di grahadalung.com.