Rumah Joglo masa kini adalah konsep yang menjadikan rumah Joglo yang terkenal sebagai rumah tradisional dengan desain masa kini. Meskipun merupakan rumah adat yang sudah lampau dan tradisional, ternyata rumah khas Jawa ini masih tetap digandrungi untuk dijadikan hunian atau bangunan komersil seperti home stay. Nah, bagaimana sebenarnya konsep bangunan khas Jawa yang satu ini?

Meskipun ramai bangunan yang dirancang minimalis sebagai tema bangunan yang modern, namun beberapa rumah daerah seperti rumah panggung atau Joglo khas Jawa tetap digandrungi sebagian orang. Namun mereka juga merancang rumah tradisional ini dengan cara memadukannnya dengan konsep modern. Lantas, seperti apa bangunanannya?

Rumah Joglo

Rumah Joglo masa kini bukan hanya hunian sebagaimana di masanya dulu. Salah satu bandara di Indonesia bahkan menggunakan konsep atap rumah khas Jawa ini agar memiliki ciri khas. Nah, sebenarnya bagaimana konsep awal rumah ini?

Menurut situs wikipedia, Rumah tradisional Jawa terbagi menjadi dua bagian, yakni rumah induk dan rumah tambahan. Rumah induk terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:

Rumah Joglo, sumber Adonan
Rumah Joglo, sumber Agoda

1. Pendapa/Pendopo

Bagian ini terletak di depan rumah. Biasanya digunakan untuk aktivitas formal, seperti pertemuan, tempat pagelaran seni wayang kulit dan tari-tarian, serta upacara adat. Ruang ini menunjukkan sikap akrab dan terbuka, meskipun begitu Pendopo sering kali dibuat megah dan berwibawa.

2. Pringgitan

Bagian ini terletak antara pendapa dan rumah dalam (omah njero). Selain digunakan untuk jalan masuk, lorong juga kerap digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit. Bentuk dari pringitan seperti serambi berbentuk tiga persegi dan menghadap ke arah pendopo.

3. Emperan

Ini adalah penghubung antara pringitan dan umah njero. Bisa juga dikatakan sebagai teras depan karena lebarnya sekitar 2 meter. Emperan digunakan untuk menerima tamu, tempat bersantai, dan kegiatan publik lainnya. Pada emperan biasanya terdapat sepasang kursi kayu dan meja.

4. Omah dalem

Bagian ini sering pula disebut omah mburi, dalem ageng, atau omah saja. Kadang disebut juga sebagai omah-mburi, dalem ageng atau omah. Kata omah dalam masyarakat Jawa juga digunakan sebagai istilah yang mencakup arti kedomestikan, yaitu sebagai sebuah unit tempat tinggal.

5. Senthong-kiwa

Berada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpan persediaan makanan, dan lain sebagainya.

Rumah Joglo Sinom, sumber Rumah Joglo Limasan
Rumah Joglo Sinom, sumber Rumah Joglo Limasan

6. Senthong tengah

Bagian ini terletak ditengah bagian dalam. Sering juga disebut pedaringan, boma, atau krobongan. Sesuai dengan letaknya yang berada jauh di dalam rumah, bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga, seperti harta keluarga atau pusaka semacam keris, dan lain sebagainya

7. Senthong-tengen

Bagian ini sama seperti Senthong kiwa, baik fungsinya maupun pembagian ruangannya.

8. Gandhok

Merupakan bangunan tambahan yang letaknya mengitari sisi belakang dan samping bangunan inti.

Jenis Rumah Joglo

Ternyata rumah Joglo masa kini maupun yang ada sejak lampau itu memiliki jenis-jenisnya. Jenis-jenis ini ada berdasarkan pemanfaatan bangunan rumah yang didasarkan cara hidup masyarakat baik tradisional hingga masyarakat yang sekarang. Nah, apa saja jenisnya?

1. Joglo Sinom

Bangunan ini menggunakan 36 tiang dengan empat saka guru sebagai pondasi terkuatnya. Atap bangunan memiliki empat sisi dan masing-masing memiliki tiga tingkat dan satu bubungan. Bentuk bangunan berasal dari pengembangan joglo dengan teras keliling.

2. Joglo Jompongan

Joglo Jompongan merupakan rumah adat joglo dengan dua pintu geser berbentuk kubus. Bentuk ini merupakan dasar dari rumah joglo.

3. Joglo Pangrawit

Joglo Pangrawit adalah hunian joglo berlambangkan gantung, dengan atap kubah yang terletak di atas penanggap. Setiap sudut Joglo Pangrawit dilengkapi tiang yang disebut saka.

Sketsa Rumah Joglo Modern, sumber 99.co
Sketsa Rumah Joglo Modern, sumber 99.co

4. Joglo Hageng

Joglo Hageng adalah rumah joglo yang lebih tinggi dengan tambahan atap pengerat. Jenis joglo satu ini umumnya ditambahi oleh tratak keliling seperti halnya sebuah pendopo rumah kerajaan.

5. Joglo Semar Tinandu

Jenis rumah joglo ini umumnya digunakan untuk patung atau gerbang kerajaan. Namun, tiang pada jenis joglo ini biasanya diganti oleh dinding penghubung, sehingga lantai bawah atap lebih luas dan tinggi. Udara yang masuk dipengaruhi pada bagian depan, namun lebih sejuk karena atapnya yang miring sehingga sirkulasi udara menjadi optimal.

6. Joglo Mangkurat

Rumah Joglo Mangkurat memiliki ciri khas atap yang bersusun tiga sudut dengan kemiringan yang berbeda-beda. Biasanya rumah adat Jawa ini memiliki batas di antara sudut dengan pemakaian lisplank. Bentuk atap rumah joglo mangkurat biasanya memiliki susunan atap yang lebih tinggi pada bagian tengah.

7. Joglo Lawakan

Rumah Joglo Lawakan memiliki ciri khas atap yang bersusun dua dengan bentuk yang terlihat sederhana. Atap yang terletak di Joglo Lawakan lebih meruncing ke atas namun tetap memiliki atap yang landai ke bawah dan ukuran yang lebar.

8. Joglo Panggang Pe

Rumah adat Jawa yang terakhir adalah Joglo Panggang Pe. Rumah Joglo Panggang Pe pada dasarnya memiliki empat hingga enam tiang. Dari cerita sejarah, rumah adat ini dulunya dipakai untuk tempat tinggal dan sebuah warung. Rumah ini memiliki beragam jenis seperti Gedhang Salirang, Empyak Setangkep, Gedhang Setangkep, Cere Gancet, Trajaumas dan Barengan.

Nah, itu dia berbagai informas seputar rumah Joglo untuk Anda. Semoga informasi ini bisa menginspirasi Anda untuk membuat rancangan rumah Joglo masa kini. Simak terus berbagai informasi bermanfaat lainnya di halaman Graha Dalung Residence, rumah subsidi Serang.