Bagi Anda yang berminat untuk membeli rumah subsidi serang, siap-siap merasakan bagaimana menghuni kota atau menjadi penduduk perkotaan. Lingkungan kota dan desa memang sering menjadi pembahasan karena berbeda antara tinggal di kota dan desa. Namun tidak selalu kota lebih baik atau desa lebih baik. Antara kota dan desa memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

Kota dan desa bukan hanya memiliki perbedaan definisinya saja. Namun suasananya, cara hidupnya, karakteristik penduduk dan berbagai faktor lainnya berbeda, meskipun sama-sama terdapat rumah sebagai tempat tinggal dan sama-sama dihuni oleh sejumlah penduduk terntentu. Nah, ingin tahu bagaimana perbedaan tinggal di kota dan desa?

Definisi Desa dan Kota

Dilihat dari lingkungannya, masyarakat menghuni dua tempat yang disebut desa dan kota. Pedesaan adalah masyarakat yang tinggal di kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat di suatu daerah, dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Mereka yang tinggal di daerah pedesaan memiliki pergaulan hidup yang saling mengenal.

Sedangkan perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat di suatu kota. Aktivitas fungsi kawasan kota lebih kepada tempat pemukiman perkotaan, pemusatan, dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Dengan kulturnya, interaksi masyarakat kota lebih sedikit sehingga penduduk kota memiliki citra sebagai masyarakat yang individualis.

Ilustrasi Eco City, Medium
Ilustrasi Eco City, Medium

Perbedaan Hidup di Kota dan Desa

Sebenarnya kota dan desa saling melengkapi satu sama lainnya. Keduanya tidak perlu dipisahkan atau dipilih salah satunya. Bagi yang merasa nyaman tinggal di Kota, maka mencari tempat tinggal di area kota menjadi pilihan yang tepat. Namun bagi yang merasa bahwa desa adalah tempatnya, mencari lokasi di pinggiran kota seperti rumah subsidi Serang bisa jadi pilihan yang tepat.

Lantas, bagaimana perbedaan kondisi antara di kota dan desa? Simak beberapa informasinya berikut ini.

1. Lingkungan

Lingkungan perkotaan berbeda dengan lingkungan pedesaan. Kota lebih cenderung banyak bangunan dibandingkan lingkungan alamnya. Hal ini wajar, karena sejak dulu kota menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian yang cenderung membutuhkan gedung, jalan, monumen dan lain-lain.

Seorang antropolog bernama Rahardjo menjelaskan bahwa Desa dipandang sebagai tempat yang berisi kelompok petani yang kerap mengembangkan tradisi kecil (little tradition), sedangkan kota adalah masyarakat yang berada di pusat kebudayaan yang cenderung mengembangkan peradaban dalam tradisi besar (great tradition).

Maka saat ini kita mengenal bahwa kota cenderung panas dan polusi sedangkan desa adalah tempat yang segar dan masih alami. Ini hanyalan komentar umum yang subjektif. Tentu saja terdapat kota yang bersih dan segar meskipun banyak bangunan di sekitarnya. Begitu juga, di sebagian tempat terdapat desa yang tandus.

2. Fasilitas

Perkotaan, sumber : Global Contromation Indonesia
Perkotaan, sumber : Global Contromation Indonesia

Jika kita ingin menemukan kantor, pusat perbelanjaan, transportasi besar dan hotel biasanya tujuan yang tepat adalah kota. Namun jika ingin berada di hutan, melihat sungai, sawah, tempat wisata alam, desa adalah tujuannya. Meskipun begitu tidak berarti desa lebih indah daripada kota. Terdapat juga kota-kota yang tidak kalah indah karena memiliki tata kota dan sistem yang dibangun dengan baik.

Karenanya, karakteristik masyarakat kota akan lebih individualistis. Keberadaan mereka di kota ada tujuannya seperti yang berkaitan dengan pemerintahan, ekonomi, rumah sakit dan lainnya. Sedangkan desa, memiliki masyarakat yang interaksinya lebih hangat. Sebab desa adalah tempat berkumpul dan cenderung menikmati suasana.

3. Aktivitas

Kota adalah tempat untuk berbagai kesibukan. Keberadaan kantor, sekolah, universitas, pusat perbelanjaan merupakan tempat berbagai kesibukan itu dilakukan. Sehingga, dilihat dari aktivitasnya kota akan lebih dinamis karena terus bergerak. Aktivitas yang dinamis ini mendorong pembangunan di kota.

Sedangkan desa, aktivitasnya cenderung kepada aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan rumah dan tempat tinggal. Karena itu desa terlihat lebih statis, meskipun aslinya juga selalu ada perbaikan, perubahan dan pembangunan. Namun tidak secepat pergerakan di kota.

4. Karakteristik

Untuk Anda yang ingin berinteraksi dengan orang-orang yang lebih cenderung ramah, bersosialisasi, berkegiatan bersama untuk tujuan bersama, maka hidup di desa adalah tempatnya. Bahkan desa memang dikenal sebagai tempat untuk membina karakteristik yang ramah dan akrab.

Banner hero graha dalung residence Serang Banten
Perumahan Subsidi Serang, sumber Graha Dalung Residence

Sedangkan untuk kota akan berbeda karena Anda akan melihat kesibukan dimana-mana. Sebagai pusat berbagai kegiatan, penduduk kota memiliki karakteristik yang lebih disiplin, tidak santai dan memikirkan tujuan masing-masing. Jika Anda berasal dari desa dan ingin tinggal di perkotaan, Anda harus bersiap dengan karakteristik yang semacam ini.

5. Biaya

Sebagai pusat perekonomian, biaya di perkotaan lebih mahal misalnya dari segi tempat tinggal. Untuk berbagai produk bisa dikatakan sama, namun apabila distribusinya dari kota ke desa atau sebaliknya membutuhkan tambahan biaya, maka otomatis akan ada perbedaan harga pada beberapa produk.

Namun dalam hal ini, citra di masyarakat bahwa hidup di kota memerlukan biaya yang tinggi juga tepat. Karena secara keseluruhan dapat dikatakan demikian. Mengapa di desa bisa lebih murah? Karena biasanya berbagai pasokan dijual ke kota yang sumbernya adalah desa. Karena itu, jika membeli dari sumbernya biayanya akan lebih murah.

Itu dia beberapa informasi seputar perbedaan antara hidup di kota dan desa. Keduanya memang berbeda karena memiliki kondisi lingkungan, fasilitas dan karakteristik serta jenis hunian yang berbeda pula. Nah, dari plus minus yang sudah dibahas, mana yang lebih cocok? Semua kembali kepada masing-masing orang.