Jika Anda ingin membeli rumah subsidi, apa yang menjadi alasan untuk memilih lokasinya? Biasanya pembeli rumah suka dengan lokasi yang strategis misalnya perkotaan. Karena tinggal di perkotaan dapat memberikan akses yang lebih dekat ke berbagai tempat seperti jalur transportasi utama, pusat perbelanjaan, institusi pendidikan serta perkantoran. Namun di samping kelebihannya tentu saja ada potensi kendala yang harus dihadapi.

Biasanya yang sering menjadi kendala yang dibicarakan jika tinggal di perkotaan adalah biayanya yang tinggi. Bahkan mulai dari harga rumah baik kontrak maupun harga beli rumah, hingga biaya hidup hariannya. Orang-orang yang merasakan kendala ini akhirnya memilih lokasi alternatif yaitu membeli rumah subsidi di dekat area perkotaan yang biasanya lingkungan desa.

Perbedaan Tinggal di Kota dan Desa

Untuk lebih memahami bagaimana perbedaan tempat tinggal berdasarkan lokasinya, mudahnya terdapat dua jenis lokasi tempat tinggal. Yaitu antara Kota dan Desa. Rumah subsidi biasanya memang tidak berada di areal perkotaan persis. Lebih dekat dengan area sekitar perkotaan seperti desa. Nah, lantas bagaimana perbedaan tinggal di kedua lokasi ini?

1. Lingkungan

Lingkungan perkotaan berbeda dengan lingkungan pedesaan. Kota lebih cenderung banyak bangunan dibandingkan lingkungan alamnya. Hal ini wajar, karena sejak dulu kota menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan perekonomian yang cenderung membutuhkan gedung, jalan, monumen dan lain-lain.

Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten, sumber Trip Trus

Seorang antropolog bernama Rahardjo menjelaskan bahwa Desa dipandang sebagai tempat yang berisi kelompok petani yang kerap mengembangkan tradisi kecil (little tradition), sedangkan kota adalah masyarakat yang berada di pusat kebudayaan yang cenderung mengembangkan peradaban dalam tradisi besar (great tradition).

Maka saat ini kita mengenal bahwa kota cenderung panas dan polusi sedangkan desa adalah tempat yang segar dan masih alami. Ini hanyalan komentar umum yang subjektif. Tentu saja terdapat kota yang bersih dan segar meskipun banyak bangunan di sekitarnya. Begitu juga, di sebagian tempat terdapat desa yang tandus.

2. Fasilitas

Jika kita ingin menemukan kantor, pusat perbelanjaan, transportasi besar dan hotel biasanya tujuan yang tepat adalah kota. Namun jika ingin berada di hutan, melihat sungai, sawah, tempat wisata alam, desa adalah tujuannya. Meskipun begitu tidak berarti desa lebih indah daripada kota. Terdapat juga kota-kota yang tidak kalah indah karena memiliki tata kota dan sistem yang dibangun dengan baik.

Karenanya, karakteristik masyarakat kota akan lebih individualistis. Keberadaan mereka di kota ada tujuannya seperti yang berkaitan dengan pemerintahan, ekonomi, rumah sakit dan lainnya. Sedangkan desa, memiliki masyarakat yang interaksinya lebih hangat. Sebab desa adalah tempat berkumpul dan cenderung menikmati suasana.

3. Aktivitas

Kota adalah tempat untuk berbagai kesibukan. Keberadaan kantor, sekolah, universitas, pusat perbelanjaan merupakan tempat berbagai kesibukan itu dilakukan. Sehingga, dilihat dari aktivitasnya kota akan lebih dinamis karena terus bergerak. Aktivitas yang dinamis ini mendorong pembangunan di kota.

Sedangkan desa, aktivitasnya cenderung kepada aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan rumah dan tempat tinggal. Karena itu desa terlihat lebih statis, meskipun aslinya juga selalu ada perbaikan, perubahan dan pembangunan. Namun tidak secepat pergerakan di kota.

4. Karakteristik

Untuk Anda yang ingin berinteraksi dengan orang-orang yang lebih cenderung ramah, bersosialisasi, berkegiatan bersama untuk tujuan bersama, maka hidup di desa adalah tempatnya. Bahkan desa memang dikenal sebagai tempat untuk membina karakteristik yang ramah dan akrab.

Sedangkan untuk kota akan berbeda karena Anda akan melihat kesibukan dimana-mana. Sebagai pusat berbagai kegiatan, penduduk kota memiliki karakteristik yang lebih disiplin, tidak santai dan memikirkan tujuan masing-masing. Jika Anda berasal dari desa dan ingin tinggal di perkotaan, Anda harus bersiap dengan karakteristik yang semacam ini.

5. Biaya

Sebagai pusat perekonomian, biaya di perkotaan lebih mahal misalnya dari segi tempat tinggal. Untuk berbagai produk bisa dikatakan sama, namun apabila distribusinya dari kota ke desa atau sebaliknya membutuhkan tambahan biaya, maka otomatis akan ada perbedaan harga pada beberapa produk.

Banten, sumber Litbang Kemendagri
Banten, sumber Litbang Kemendagri

Namun dalam hal ini, citra di masyarakat bahwa hidup di kota memerlukan biaya yang tinggi juga tepat. Karena secara keseluruhan dapat dikatakan demikian. Mengapa di desa bisa lebih murah? Karena biasanya berbagai pasokan yang dijual ke kota, sumbernya dari desa. Karena itu, jika membeli dari sumbernya biayanya akan lebih murah.

Kelebihan Tinggal di Banten

Jika Anda tertarik untuk berada di dekat pusat perkotaan Indonesia yaitu Jakarta, maka Banten bisa menjadi salah satu alternatifnya. Memang Banten bukanlah pedesaan sebagaimana bahasan perbedaan antara kota dan desa, namun Banten benar-benar bisa menjadi alternatif dibandingkan pusat kota seperti Jakarta. Berikut kelebihannya.

1. Infrastruktur yang Bersaing

Memang hampir tidak layak membandingkan ibukota negara seperti Jakarta dengan Banten dalam masalah infrastrukturnya. Namun karena Banten dan Jakarta masih relatif dekat, ada hubungan tersendiri yang menjadikan infrasktrukturnya juga masih tersambung misalnya infrastrukur transportasi seperti tol. Sejalan dengan contoh ini, infrastruktur lainnya juga memiliki potensi pembangunan yang sama, yaitu jika sudah dibangun di Jakarta maka akan terhubung hingga ke Banten.

2. Dekat dengan kawasan industri

Provinsi Banten sejak zaman nenek moyang dahulu telah dikenal sebagai kawasan perdagangan. Kondisi tersebut bertahan hingga sekarang dengan Banten yang bertranformasi sebagai kawasan industri Pulau Jawa bagian barat. Alasannya tak lain adalah karena lokasi Banten tergolong strategis. Banten memiliki kawasan pesisir dengan akses menuju daerah lain di Indonesia atau bahkan luar Indonesia.

Pelabuhan Merak di Banten saat ini masih menjadi pilar utama perdagangan industri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak industri yang dikembangkan di Banten. Dengan adanya kawasan industri, maka otomatis properti di Banten pun memiliki arus masuk yang tinggi. Para pekerja yang bekerja pada kawasan tersebut tentu akan mencari properti yang dekat untuk memudahkan mobilitas mereka.

Nah, itu dia mungkin alasan yang bisa Anda pertimbangkan untuk memilih lokasi Banten sebagai tempat tinggal Anda. Salah satu caranya adalah dengan membeli Rumah Subsidi Serang. Apakah Anda tertarik? Hubungi nomor kontak yang terdapat di situs Graha Dalung Residence.