Jenis Bahan Bangunan – Sebelum merancang konstruksi sebuah bangunan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahan bangunan apa saja yang diperlukan. Tidak hanya bahan alami yang digunakan dalam konstruksi pembangunan, tetapi juga bahan yang berasal dari pabrik.

Bahan bangunan alami sedikit sekali mendapatkan campur tangan pabrik, misalnya kayu dan kaca. Sedangkan bahan bangunan pabrikan adalah kebanyakan diolah di dalam pabrik, misalnya pipa dan semen. Masing-masing jenis memiliki fungsinya sendiri.

Jenis Bahan Bangunan

Ilustrasi Jenis Bahan Bangunan
Ilustrasi Jenis Bahan Bangunan, Sumber : rumah.com

Buat Anda yang sedang merencanakan pembangunan atau merenovasi rumah, ada baiknya mengetahui tipe-tipe bahan bangunan. Selain menambah wawasan, Anda juga sedikitnya bisa mengetahui bahan bangunan yang mana yang cocok untuk rumah Anda.

1. Batu Bata

Anda tentunya mengenal batu bata sebagai bahan bangunan penyusun dinding. Batu bata sendiri terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah-merahan yang khas, atau biasa disebut merah bata. Selain itu, batu bata juga memiliki banyak jenis.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan untuk dinding mulai menurun penggunaannya. Popularitasnya mulai tergantikan oleh gypsum dan bambu. Bambu dan gypsum sebagai bahan bangunan penyusun dinding relatif memiliki harga lebih murah ketimbang batu bata. Meski begitu, batu bata tetap jadi bahan bangunan yang paling umum digunakan, terutama karena kekokohannya.

2. Batu

Batu adalah bahan bangunan yang paling lama digunakan sekaligus yang paling mudah ditemui. Ada banyak jenis batu yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan, tentu baik atau tidaknya tergantung pada tujuan konstruksi.

Meski kaku dan berat, batu merupakan bahan bangunan yang sangat padat sehingga bisa memberikan perlindungan menyeluruh. Meski begitu, batu juga sulit memberikan temperatur yang hangat tanpa menggunakan penghangat ruangan yang memadai.

Sebagai bahan bangunan paling tua, dinding batu sudah ada sejak manusia mulai membangun. Namun kini, semen biasa digunakan untuk merekatkan batu satu sama lainnya.

3. Kayu

Ilustrasi Rumah Kayu Modern
Ilustrasi Rumah Kayu Modern, Sumber : dekoruma.com

Kayu termasuk bahan bangunan yang paling umum digunakan. Berasal dari pohon atau terkadang dari tumbuhan-tumbuhan yang berserat, kayu diproduksi menjadi bahan bangunan, lemari, papan, juga furniture dan perabot lainnya.

Kayu memiliki berat yang bisa disesuaikan, tetap kuat meski dibengkokkan, dan semakin kokoh ketika dipadatkan secara vertikal. Kayu juga cocok di segala musim. Kayu sebagai bahan bangunan umumnya digunakan untuk menopang bagian atap.

Dahulu, kayu sebagai bahan bangunan langsung digunakan dalam bentuk gelondongan. Pohon-pohon hanya dipotong begitu saja ke dalam ukuran yang dibutuhkan. Namun setelah ditemukannya mesin pemotong, kayu dapat dibentuk ke dalam berbagai dimensi dan bentuk. Hal ini mempermudah dan mempercepat proses pembangunan.

4. Semen

Semen termasuk bahan bangunan paling penting. Tanpa semen, bahan bangunan lainnya seperti batu bata dan batako tidak bisa menyatu satu sama lain. Semen juga termasuk bahan bangunan paling vital dalam pembuatan fondasi yang sangat kokoh.

Semen sendiri terdiri dari 4 unsur pokok, yaitu; batu kapur sebagai komponen utama, tanah liat yang di dalamnya terkandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, batu silika yang ditambahkan apabila tanah liat terdapat sedikit SiO2, dan yang terakhir adalah pasir besi, yang ditambahkan jika tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.

5. Metal

Ilustrasi Penggunaan Atap Baja Ringan
Ilustrasi Penggunaan Atap Baja Ringan, Sumber : pengadaan.web.id

Metal adalah salah satu bahan bangunan paling kuat. Metal biasanya digunakan sebagai kerangka konstruksi bangunan-bangunan besar seperti gedung pencakar langit, juga bisa sebagai pelapis permukaan gedung. Ada beragam jenis metal yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Misalnya saja baja, yang merupakan campuran bahan lainnya dengan besi sebagai komponen utama, cocok sebagai struktur bangunan.

Baja adalah bahan bangunan yang kuat, fleksibel, serta tahan lama. Meski begitu, karat tetap menjadi tantangan paling besar. Campuran alumunium dan timah memiliki kepadatan yang rendah tetapi lebih baik dalam mencegah karat dibanding baja. Bahan metal lainnya yang digunakan sebagai bahan bangunan adalah titanium, krom, perak, dan emas.

Titanium bisa digunakan untuk struktur bangunan, tetapi harganya memang jauh lebih mahal daripada baja. Sedangkan emas, perak, dan krom adalah bahan bangunan yang tidak cocok untuk struktur bangunan, tetapi sangat indah dijadikan dekorasi.

6. Kaca

Kaca adalah bahan bangunan yang dapat digunakan sebagai jendela. Material bening dan tipis ini memang telah digunakan sebagai pelapis pada ventilasi rumah-rumah sejak pertama kali ditemukan.

Kaca memungkinkan penghuni rumah mendapatkan cahaya dari luar namun tetap terlindungi dari efek buruk cuaca. Kaca sendiri secara umum terbuat dari campuran pasir dan silika, sehingga begitu rapuh, atau mudah pecah.

Dengan kecanggihan teknologi, kaca kini bisa menjelma menjadi semacam tirai yang mampu menutupi permukaan bangunan. Kaca juga bisa digunakan pada atap untuk mendapatkan pemandangan langit yang cantik. Contohnya adalah skylight.

7. Pipa

Meski tidak termasuk bahan bangunan yang berguna dalam pembentukan atap, dinding, ataupun fondasi, namun pipa tetap memiliki peranan penting dalam sebuah konstruksi. Pipa digunakan untuk menghubungkan saluran air dan saluran pembuangan, misalnya pada kamar mandi.

Pipa terbuat dari bahan-bahan yang tahan terhadap suhu yang rendah maupun tinggi, sehingga dapat mengalirkan air dengan baik. Pipa seniri biasanya terbuat dari: carbon steel, carbon moly, ferro nikel, stainless steel, chrome moly, dan yang paling populer, PVC.

Stainless steel saat ini penggunaannya tidak hanya untuk pipa, tetapi juga untuk perabotan rumah tangga (khususnya di dapur), bahkan sampai keranda jenazah pun saat ini ada yang terbuat dari bahan tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis bahan bangunan dalam konstruksi. Dengan pemilihan bahan bangunan yang tepat, tentu konstruksi yang akan dibangun bisa sesuai dengan yang diharapkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.