Meskipun hanya sebagai pembeli rumah subsidi, namun hal-hal seputar developer rumah subsidi misalnya aspek perizinan dan mekanismenya, tidak ada salahnya untuk diketahui. Paling tidak kita bisa memastikan seperti apa praktek developer rumah dan aspek legalitasnya agar terpercaya. Selain itu, informasi ini juga bisa memberi pandangan sedikit seputar bisnis properti.

Tanpa bermaksud melakukan prasangka yang berlebihan, tetapi bidang properti memang bernilai tinggi. Karena itu, mengetahui informasi seputar perizinan developer rumah subsidi bisa membantu Anda untuk memastikan mekanisme transaksi agar berjalan aman tanpa penipuan. Anda juga bisa menyimak tips agar tidak tertipu oleh developer properti.

Izin Developer Rumah

Ilustrasi Izin Developer Rumah, sumber
Ilustrasi Izin Developer Rumah, sumber : Intiland

Mungkin Anda tertarik dengan bisnis properti. Salah satu dari bisnis di bidang properti yang bisa Anda coba adalah menjadi developer rumah. Bisnis yang satu ini katanya cukup menguntungkan karena nilainya tinggi. Apa saja izin yang perlu diselesaikan oleh developer rumah untuk bisa menjalankan jual beli propertinya?

1. Izin Prinsip

Izin prinsip berisi persetujuan prisip bahwa lokasi yang kamu ajukan disetujui atau diberi izin untuk dibuat bangunan atau perumahan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Sebelum mendapatkan izin ini, kamu wajib menyampaikan proposal kemudian diuji oleh BAPPEDA dalam siding dan komisi terkait dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

2. Izin Pemanfaatan Tanah (IPT)

IPT adalah akronim dari Izin Pemanfaatan Tanah. Yaitu syarat lain yang harus ada bagi developer sebelum menjual propertinya. Syarat IPT terdapat dalam izin prinsip. IPT atau di daerah seringkali disebut IPPT (Izin Perubahan Tanah/Izin Perubahaan pemanfaatan Tanah) dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). IPT juga memuat penggunaan tanah dari pekarangan menjadi perumahan.

3. Izin Site Plan

Izin site plan atau pengesahan site plan adalah syarat yang harus dilampirkan dalam izin prinsip. Diterbitkan oleh Dinas Kimpraswil (Permukiman, Prasarana, dan Sarana Wilayah). Site plan yang telah kamu rancang dalam suatu perencanaan lahan wajib disahkan oleh lembaga terkait.

Kimpraswil akan memeriksa apakah susunan atau komposisi lahan yang ditujukan untuk kepentingan komersial dengan lahan fasilitas umum sudah sesaui ketentuan. Apabila sudah, maka pengesaha site plan tidak akan terkendala masalah.

4. Izin Pell Banjir

Izin ini merupakan izin terkait dengan rekomendasi ketinggian kawasan dari titik tertinggi banjir rata-rata di daerah tersebut. Tujuannya agar lokasi tempat pembangunan properti memenuhi syarat aman bebas banjir. Tujuannya agar potensi terkena dampak banjirnya semakin kecil sampai pada titik aman. Izin dikeluarkan Oleh Dinas Kimpraswil.

5. Izin Pengeringan

Jika lokasi untuk membangun properti bersertifikat sawah, maka developer wajib mengurus izin pengeringan, meskipun fisik sawah sudah beruapa perkarangan. Izin ini diterbitkan oleh dinas pertanian setempat.

6. Izin Ketinggian Bangunan

Jika properti yang hendak dibangun berdekatan dengan landasan udara pesawat terbang (bandara), developer wajib untuk mengurus izin tambahan ini. Izin ini dikeluarkan oleh pengelola bandara setempat. Terdapat batas ketinggian bangunan untuk radius tertentu di kawasan seputaran bandara. Bahkan, apabila lokasi kamu merupakan daerah yang merupakan jalur lurus turunya pesawat, developer harus mengurus dan mendapatkan izin ini.

Ilustrasi Perumahan, sumber : Finansial - Bisnis.com
Ilustrasi Perumahan, sumber : Finansial – Bisnis.com

7. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Antrian perizinan yang kelihatan panjang akan berujung pada turunya IMB. Terdapat 2 macam IMB yakni, IMB induk dan IMB pecah. Prinsip dasar IMB induk adalah IMB yang dikeluarkan untuk pemilik lahan induk, sedangkan IMB pecah adalah IMB yang sudah diatasnamakan konsumen.

IMB dikeluarkan oleh Dinas Kimpraswil atau Dinas Cipta Karya atau bisa juga dikeluarkan ioleh dinas satu atap, bahkan kelurahan atau kecamatan setempat juga berwenang. Peraturan ini berbeda-beda di masing-masing daerah.

Tips Untuk Memilih Developer

Setelah memahami berbagai izin yang perlu diurus oleh developer, menarik bagi para calon pembeli rumah untuk mengetahui bagaiman developer yang kredibel dalam bisnisnya. Salah satunya dengan memeriksa berbagai kriteria berikut ini.

1. Periksa Reputasi Developer

Dalam dunia bisnis property rumah, ada yang disebut dengan developer. Developer yang dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai pengembang merupakan pihak pengelola property yang menjadi penjual rumah baik KPR subsidi atau yang lainnya. Sehingga, jika Anda sebagai pembeli, Anda akan melakukan transaksi kepada developer.

Yang perlu Anda lakukan adalah memeriksi reputasi pihak developer. Anda dapat bertanya langsung kepada developer terkait legalitas usahanya, tentang berbagai transaksi yang mereka pernah lakukan dan bertanya kepada konsumen yang sudah pernah bertransaksi atau melakukan kerja sama bersama developer rumah yang ingin Anda beli.

2. Bayarlah DP Setelah Persetujuan KPR

Biasanya, untuk melanjutkan tahapan transaksi beli rumah via KPR, Anda perlu membayar down payment. Dengan membayar down payment, pihak developer semacam terikat untuk tidak memindahkan transaksi kepada pelanggan lainnya kecuali setelah mendapatkan kepastian pembatalan transaksi.

Biasanya, kendala yang akan ditemui adalah apabila KPR (Kredit Pemilikan Rumah) tidak disetujui oleh Bank. Maka, Anda sebagai pembeli perlu mencari sumber dana di tempat lainnya. KPR yang tidak disetujui oleh bank juga akan membuat keraguan bagi developer untuk melanjutkan transaksinya kepada Anda sebagai pembeli. Maka, langkah yang paling baik adalah melakukan down payment setelah mendapatkan persetujuan KPR.

3. Negosiasikan Garansi Booking Fee

Cara lainnya agar tidak menjadi kerugian setelah melakukan down payment adalah meminta garansi booking fee. Maksud dari istilah ini adalah pengembalian sejumlah persentase down payment atau angsuran apabila Anda harus membatalkan transaksi kepada pihak developer. Tanpa garansi ini, developer bisa saja membawa semua uang yang sudah Anda bayarkan.

4. Periksa Surat Perjanjian

Dalam transaksi membeli rumah kepada pengembang, biasa terdapat apa yang disebut perjanjian pengikatan jual beli yang disebut dengan singkatan PPJB. Anda harus memeriksa secara seksama setiap poin yang tertera dalam perjanjian tersebut. Tips ini sangat disarankan dalam tips membeli rumah KPR subsidi.

Perjanjian pengikatan jual beli ini bisa menjadi landasan apabila terdapat sengketa salah satunya penipuan. Perjanjian ini juga bisa dijadikan landasan untuk menuntut berbagai hal yang dilanggar oleh developer. Namun, tentu saja hal ini juga berlaku untuk Anda, sehingga perjanjian ini bisa menjadi landasan juga bagi developer apabila Anda terbukti melanggar perjanjian.

Ilustrasi Developer Rumah, sumber : Bumi Cimanggis Indah
Ilustrasi Developer Rumah, sumber : Bumi Cimanggis Indah

5. Pastikan Legalitas Administrasinya

Sebelum melangkah lebih jauh untuk membeli rumah kpr dari developer, Anda juga perlu memeriksa berbagai hal yang berkaitan dengan legalitas administrasi dari property yang akan dibeli. Dalam hal ini, legalitas yang dimaksud salah satunya adalah akta jual beli.

Anda bisa mendatangi pihak seperti Dinas Pertanahan setempat salah satunya. Apabila property masih berstatus HGB (Hak Guna Bangunan), berarti saat membeli yang pertama kali perlu Anda lakukan adalah menjadikannya SHM (Sertifikat Hak Milik). Jika property memiliki legalitas seperti sertifikat, berarti saat Anda membelinya, Anda perlu memeriksa agar sertifikat tersebut mencantumkan nama Anda sebagai pemiliknya.

6. Hindari Transaksi yang Tidak Sah

Pihak-pihak yang sudah biasa berbisnis transaksi seperti ini bukan tidak mungkin untuk menempuh jalan pintas. Dengan iming-iming transaksi yang singkat sehingga pembeli dapat dengan cepat memilikinya, bisa saja terdapat tawaran salah satunya adalah melakukan transaksi bawah tangah. Namun transaksi jenis ini bukan saja tidak sah, tetapi dapat berpotensi menjadi kerugian bagi Anda dimasa mendatang.

Contoh lainnya adalah apabila Anda mengajukan KPR kepada pemodal selain bank yang diusulkan oleh developer. Jika langsung percaya dengan rekomendasi pemodal oleh developer tanpa memeriksa dengan teliti, maka antisipasi saat terjadi masalah menjadi berkurang. Jangan takut untuk menghindari transaksi yang tidak jelas, pihak developer biasanya bisa memakluminya.

7. Pantau Proses Pembangunan

Membeli rumah kepada developer memiliki kelebihan tersendiri. Salah satunya adalah pembeli tinggal menerima saja hasil transaksinya. Masalah pembangunan biasanya dipantau langsung oleh developer. Namun, apabila terjadi keterlambatan atau kendala dalam pembangunan tanpa Anda ketahui, tentu saja hal ini bisa menjadi kerugian bagi Anda.

Karena itu, tidak ada salahnya jika sesekali Anda bertanya tentang proses pembangunan rumah yang sudah dilakukan oleh developer. Yaitu sudah sejauh mana progresnya, apakah sudah sesuai dengan target yang telah dinegosiasikan sejak awal atau tidak dan informasi lainnya yang perlu Anda tanyakan terkait proses pembangunannya.