Berapa harga rumah subsidi 2021? Rumah subsidi adalah properti yang dalam praktik penjualannya harus mengikuti kebijakan yang berlaku salah satunya adalah penetapan standar harga. Sejak tahun yang lalu harga rumah subsidi 2019 hingga harga rumah subsidi 2020 ditetapkan berdasarkan kebijakan harga standar minimal yang menjadi patokan para developer dalam membangun dan menjual rumah subsidi.

Lantas berapa harga rumah subsidi di tahun 2021 nantinya? Sudahkah ada kebijakan terbaru? Untuk mengetahui dan paham seputar informasi ini, tim redaksi graha dalung residence sebagai developer rumah subsidi Serang akan menyediakan ulasannya untuk Anda.

Definisi Rumah Subsidi

Ilustrasi Perumahan, sumber
Ilustrasi Perumahan, sumber Ekonomi Bisnis

Sebagai properti yang termasuk bernilai tinggi, sebaiknya pahami dulu berbagai informasi yang terkait dengan hal tersebut. Salah satunya adalah harga rumah subsidi tahun 2021. Nah, sebelum beranjak ke pembahasan penetapan kebijakan harga, sebenarnya apa definisi dari rumah subsidi termasuk rumah non subsidi?

Secara singkat, rumah subsidi merupakan program pemerintah untuk membantu warga negara agar dapat memiliki rumah secara lebih mudah dan termasuk lebih murah dari segi pembiayaan. Program ini dikeluarkan oleh salah satu kementrian di Indonesia yang terkait dengan pembangunan umum. Nah, untuk memahami lebih detil, berikut ini informasi seputar rumah subsidi.

1. Pembayaran Rumah

Sebagaimana diketahui, untuk membeli rumah dengan angsuran misalnya, terdapat biaya pajak (ppn) yang harus dibayarkan. Hal ini tidak menjadi masalah bagi siapa saja yang mampu. Namun, rumah subsidi dalam masalah pembayaran angsurannya mendapatkan keringanan dari sisi bebas pajak (ppn)-nya.

Rumah subsidi adalah proyek yang dibangun dengan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Jadi secara umum, definisi rumah subsidi adalah rumah yang mendapat subsidi dari pemerintah agar mudah dimiliki secara angsuran pembayarannya.

2. Tipe Rumah

Rumah subsidi hanya menjual tipe 36. Rumah tipe 36 adalah bangunan yang dibangun dengan luas tanah 36 meter persegi. Tipe rumah ini cocok untuk pasangan atau keluarga kecil. Karena tidak bisa mencukupi untuk keluarga yang besar, rumah subsidi ini bisa dijadikan rencana sementara sebelum memiliki rumah yang besar. Ini sering dilakukan oleh konsumen rumah subsidi.

Jika Anda memang membutuhkan rumah dengan tipe yang lebih besar dari tipe 36, Anda hanya bisa mencarinya dari developer rumah non subsidi. Harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan rumah tipe 36. Sehingga angsuran yang perlu Anda persiapkan akan lebih tinggi.

3. Lokasi Rumah

Dilihat dari lokasi perumahannya, kebanyakan rumah subsidi memiliki lokasi yang lebih jauh dari pusat aktivitas. Hal ini wajar, karena semakin dekat dengan pusat keramaian dan pada lokasi yang strategis, harga rumah yang ditawarkan akan semakin mahal. Karena saat membeli tanah sebelum dibangun perumahan, developer rumah juga membelinya dengan harga yang tinggi.

Meskipun begitu, pada kenyataannya tidak semua orang membutuhkan rumah dengan lokasi yang dekat dengan keramaian atau pusat kegiatan. Banyak juga orang-orang yang ingin lokasi perumahan yang lebih tenang karena berada di lokasi yang jauh dari keramaian.

Perumahan bersubsidi di Serang Banten Graha Dalung Residence
Perumahan Graha Dalung, sumber : Graha Dalung

4. Pemanfaatan Rumah

Salah satu cara pemanfaatan rumah yang ekonomis adalah dengan membangun rumah yang tidak begitu besar. Namun ini merupakan rencana awal. Sehingga setelah keunangan kembali stabil, rumah bisa direnovasi lebih besar lagi. Nah, apakah ini bisa dilakukan untuk rumah subsidi?

Hal ini bisa dilakukan pada rumah subsidi, namun aturannya berbeda dengan rumah non subsidi. Apabila membeli rumah non subsidi, biasanya dapat langsung direnovasi. Untuk rumah non subsidi hanya bisa direnovasi jika sudah dimiliki selama lebih dari dua tahun. Merenovasi rumah juga bisa meningkatkan harga jual kembali. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pemilik rumah.

5. Bangunan Rumah

Rumah yang dibangun oleh developer biasanya sesuai dengan rancangan developer. Hal ini sama saja apakah rumah subsidi maupun rumah non subsidi. Namun dari sisi bagian bangunannya ada sedikit perbedaan. Rumah subsidi memiliki ruangan yang terbatas dibandingkan dengan rumah non subsidi.

Namun tidak perlu khawatir, developer tidak mungkin membangun rumah sembarangan. Mereka membangun rumah sesuai standar yaitu terdiri dari kamar tidur, kamar mandi dan ruangan lain. Namun tentu saja untuk rumah subsidi ukurannya akan lebih kecil.

Harga Rumah Subsidi

Sebagaimana yang sudah dibahas pada ulasan di atas, harga rumah subsidi 2021 ditetapkan standarnya melalui Kementrian PUPR Republik Indonesia. Ketetapan ini merupakan batas standar yang dijadikan acuan nantinya oleh para developer seperti Graha Dalung Residence untuk menetapkan harga rumah subsidi Serang. Di tahun 2019 ke 2020, penetapan harga ini sudah dilakukan sebagai berikut :

Harga Rumah Subsidi, sumber Bisnis.com
Harga Rumah Subsidi, sumber Bisnis.com

Setelah penetapan harga di atas untuk tahun 2020, rencananya akan ada penetapan harga untuk tahun 2021. Namun penetapan harga di tahun 2021 akan diberlakukan untuk jangka waktu 5 tahun (Bisnis.com). Tidak sebagaimana tahun 2019 hingga 2020 yang masa berlakunya hanya 2 tahun. Penetapan dengan jangka waktu ini melihat pertimbangan kemudahan dibandingkan dengan harga yang berubah setiap tahunnya.

Dilansir dari situs medcom.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan aturan baru terkait harga tertinggi rumah subsidi di lima wilayah. Perubahan tersebut berlaku sejak 1 April 2020.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menyampaikan bahwa aturan tersebut diharapkan per 1 April 2020 sudah dapat dijalankan di seluruh wilayah.

Untuk wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) nilai jual maksimal sebesar Rp150,5 juta.

Sedangkan wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu dengan nilai jual maksimal sebesar Rp164,5 juta.

Adapun wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) nilai jual maksimal sebesar Rp156,5 juta.

Sementara wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu nilai jual maksimal sebesar Rp168 juta. Terakhir, wilayah Papua dan Papua Barat untuk nilai jual maksimal sebesar Rp219 juta.

Nah itu dia beberapa informasi seputar harga rumah subsidi yang bisa menjadi patokan paling tidak sampai 2021. Jika Anda termasuk salah satu yang berminat mendapatkan properti ini, informasi ini bisa menjadi pedoman sementara. Semoga artikel ini dapat membantu Anda.